Spektroskopi inframerah: Melihat seberapa banyak cahaya yang telah dikonsumsi. Ketika sebuah molekul menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu, kita mengetahui gugus fungsi apa yang ada di dalamnya. Spektroskopi Raman: Melihat seberapa banyak cahaya yang dibelokkan. Sinar laser diterapkan untuk menganalisis seberapa banyak perubahan cahaya yang dipantulkan kembali, untuk menentukan struktur molekul.
Apa perbedaan prinsipnya?
Inilah kunci untuk memahami perbedaan keduanya. Mari kita gunakan metafora untuk mengilustrasikannya: bayangkan seberkas cahaya sebagai sekelompok orang (foton) yang berlari menuju sebuah molekul.
Spektroskopi inframerah (IR) - Di antara kelompok orang dengan "penyerapan energi", hanya mereka yang memiliki "berat" (energi) tertentu yang akan "dimakan" (diserap) oleh molekul. Instrumen tersebut mengamati dari samping dan berkata, "Oh, begitu banyak orang seberat ini yang hilang? Artinya ada ikatan dalam molekul yang memerlukan energi ini untuk bergetar." Kunci: Molekul harus mampu “memakan” cahaya ini, biasanya memerlukan ketidakseimbangan muatan positif dan negatif (momen dipol).
Spektroskopi Raman - "Tumbukan elastis" - Kami menggunakan sekelompok orang (laser) dengan berat yang persis sama untuk menumbukkan molekul. Kebanyakan orang bangkit kembali dengan berat badan mereka tidak berubah (hamburan Rayleigh, sinyal tidak berguna). Setelah sejumlah kecil orang bertabrakan, berat badan mereka sedikit berubah (hamburan Raman), menjadi lebih ringan (garis Stokes) atau lebih berat (garis anti Stokes). Perubahan berat adalah frekuensi getaran molekul. Instrumen tersebut mengamati dari samping dan berkata, "Oh, apakah berat badan seseorang telah berubah begitu banyak? Artinya ada getaran pada frekuensi ini di dalam molekul." Kunci: Ketika suatu molekul terkena, awan elektronnya mudah terdistorsi (laju polarisasi berubah).
Mereka dapat menguji zat mana yang terbaik?
Jika Anda ingin menguji simetri struktural ikatan non-polar dalam bahan karbon (seperti graphene dan tabung nano karbon) dalam larutan air (misalnya, jika Anda ingin mengetahui apakah terdapat ikatan rangkap C=C dalam botol minyak, spektroskopi Raman lebih disukai)
Jika Anda ingin menguji gugus fungsi (seperti - OH, - COOH) dalam protein, plastik, dan senyawa organik, sampel padat, cair, dan gas tanpa air sebaiknya dipilih untuk spektroskopi inframerah